Tipe Kepribadian Manusia Menurut Psikologi

Tipe Kepribadian Manusia Menurut Psikologi - Sejak awal pengakuannya sebagai sebuah ilmu pada tahun 1879, psikologi terus mengalami perluasan menjadi berbagai macam cabang dan bidang. Ini dikarenakan perilaku manusia yang begitu beragam dan pemikiran yang berbeda-beda dari para ilmuwan dalam memandang pola perilaku manusia tersebut.
ads

Dari berbagai perspektif itu, kemudian psikologi dibagi dalam bidang-bidang berikut : psikologi pendidikan , psikologi olahraga, psikologi kepribadian, psikologi remaja, psikologi sosial, psikologi islam, psikologi kesehatan dan seterusnya. Koeswara mengungkapkan bahwa psikologi kepribadian merupakan bidang yang cangkupan pembahasannya paling luas.

Dalam artikel ini, akan dipaparkan gambaran umum tentang definisi hingga tipe-tipe dalam psikologi kepribadian manusia.

Definisi Tentang Kepribadian


Pada zaman Yunani kuno, topeng merupakan perlengkapan yang digunakan oleh para aktor sandiwara. Karakter yang dimainkan oleh para aktor adalah menampilkan kepribadian atau karakter sesuai dengan topeng yang digunakan. Dalam hal ini, topeng menggambarkan tentang siapa, apa, mengapa dan bagaimana perilaku seseorang.

Topeng dalam bahasa Yunani adalah persona, yang kemudian diserap dalam bahasa Inggris menjadi personality. Kata ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang tertanam dalam diri manusia.

Dorland mengemukakan tentang makna kepribadian, beliau menyampaikan bahwa kepribadian adalah sebuah pola unik seseorang dalam proses berpikir, merasakan dan melakukan tindakan yang cenderung stabil dan terprediksi.

Kepribadian juga didefinisikan sebagai kecenderungan sejak lahir (herediter) yang dipengaruhi oleh lingkungan dan pendidikan, sehingga berpengaruh pada kejiwaan dan tindakannya dalam kehidupan. Hal ini merupakan pandangan kepribadian dari Weller.

Pendapat berikutnya datang dari ahli kepribadian bernama Allport, menurutnya kepribadian merupakan sebuah sistem psikofisis dalam diri seseorang yang bersifat dinamis, sehingga menimbulkan cara khas individu dalam menyesuaikan dirinya dalam lingkungan.

Pengertian lainnya datang dari David Krech & Richard S. Cruthcfield yang menyatakan bahwa kepribadian merupakan sebuah intergrasi dari karakter yang dimiliki seseorang dalam sebuah kesatuan yang khas, sehingga seseorang tersebut dapat memodifikasi dan menentukan penyesuaian diri. (dari lingkungan disekelilingnya yang selalu berubah).

Konsep-Konsep Pendukung Psikologi Kepribadian Manusia


Menurut Alwisol, Untuk memahami ilmu kepribadian, ada beberapa konsep yang harus dipahami. Karena kepribadian merupakan interaksi yang melibatkan aspek-aspek karakter, temperamen, sifat-sifat, ciri dan kebiasaan. Berikut penjelasan singkatnya :

    Karakter (Character), Sebuah gambaran perilaku yang menunjukkan nilai-nilai (benar atau salah dan baik atau buruk) secara jelas (eksplisit) dan samar (implisit).
    Temperamen (Temperament), Sebuah kepribadian yang berhubungan dengan determinasi unsur biologis maupun fisiologis.
    Sifat-Sifat (Traits), kecenderungan respon yang sama terhadap rangsangan atau stimulasi yang senada. Sifat-sidat ini berlangsung dalam jangka waktu yang cenderung lama.
    Ciri (Type attribute), Hampir mirip dengan penejlasan sifat-sifat. Yang membedakan hanya dari sisi rangsangan atau stimulasi yang lebih terbatas.
    Kebiasaan (Habits), Adalah respon seseorang yang sama dan cenderung berulang-ulang untuk rangsangan / stimulus yang sama.

Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kepribadian


Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kepribadian merupakan sesuatu yang dinamis atau cenderung dapat berubah-ubah, hal ini terjadi karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi. Perubahan kepribadian seseorang tidak dapat terjadi secara begitu saja, tapi dikarenakan hasil proses pengamatan, pengalaman, usia,  intervensi dari luar (lingkungan sekitar – sosial budaya) maupun individu lain. Berikut faktor-faktornya :

    Pengalaman Awal, Freud menyatakan bahwa peran masa kecil (kanak-kanak) bahkan sejak lahir seperti trauma kelahiran adalah pengalaman yang sulit dilupakan dalam ingatan. Bisa jadi seseorang tidak ingat betul apa yang sudah terjadi pada dirinya waktu kecil, namun ternyata memeori tersebut bisa tersimpan di alam bawah sadar. (Baca : Teori Belajar dalam Psikologi)
    Lingkungan (Budaya), seseorang harus menyesuaikan diri terhadap tekanan yang datang dari kebudayaan yang berlaku dilingkungannya dalam pengembangan pola kepribadian dirinya.
    Kondisi Fisik, keadaan yang menimpa fisik seseorang seperti kelelahan, kekurangan gizi, penyakit tahunan, gangguan pada kelenjar endoktrin ke tiroid akan membuat seseorang merasakan perasaan negative pada dirinya. Misalnya saja, menjadi pemarah, hiperaktif atau bahkan depresi.
    Daya Tarik, jika sebuah lingkungan mengatakan bahwa seseorang memiliki daya Tarik tertentu. Hal ini akan membuat sikap sosial yang menguntungkan bagi seseorang yang dianggap menarik tersebut. Sehingga hal ini akan membentuk kepribadian tertentu pada orang tersebut. (Baca juga: Kepribadian Ganda)
    Kecerdasan, sering kali seseorang yang memiliki prestasi dalam hal kecerdasan akan mendapatkan penghargaan dan pujian dari banyak orang. Ada beberapa kasus yang memungkinkan seseorang menjadi sombong dan membuat orang yang berada dibawahnya merasa menjadi orang yang bodoh.
    Emosi, seseorang yang tidak stabil emosinya dan cenderung meledak-ledak, akan menjadikan individu tersebut sebagai orang yang murung dan kasar perangainya.
    Nama, sebuah nama ternyata dapat berpengaruh terhadap kepribadian seseorang. Tergantung apakah asosiasi nama tersebut cenderung mengarah pada hal yang menyenangkan atau tidak. Misalnya saja sebutan dan julukan yang buruk akan menjadikan seseorang untuk berperilaku seperti namanya.
    Keberhasilan atau Kegagalan, Pribadi akan tumbuh dengan adanya fase keberhasilan dan kegagalan. Jika seseorang mendapatkan kesuksesan, maka hal ini akan berpengaruh kepada konsep yang ada dalam diri orang tersebut.
    Penerimaan Sosial, jika seseorang diterima dalam lingkungan sosialnya, maka hal tersebut akan berpengaruh kepada kepribadiannya dikarenakan rasa kepercayaan diri yang dimilikinya.
    Lingkungan Keluarga, Sama seperti penerimaan sosial, atmosfer keluarga dimana seseorang tumbuh menjadi salah satu pilar dasar pembentukan kepribadian seseorang.
    Perubahan Fisik, perubahan fisik juga bisa menjadi salah satu faktor pembentukan kepribadian seseorang. Misalnya saja pertumbuhan usia manusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara merawat baju pesta anak perempuan

Manfaat petai bagi kesehatan

Wow! Ketahui Karakter Orang dengan Mudah dengan 6 Cara Ini